Bahan diskusi : Pengaruh formalin bagi system tubuh
- Dampak positif : ada/tidak jika tidak formalin sebaiknya digunakan untuk apa?
- Dampak negative : ada/tidak jika ada sebutkan
- Bagaimanakah penanganannya agar formalin tidak terserap,tertelan oleh manusia?
Hasil diskusi :
- Dampak positif : tidak ada
Formalin sangat banyak manfaatnya. Formaldehid memiliki banyak manfaat, seperti anti bakteri atau pembunuh kumansehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang, pakaian, dan pembasmi lalat dan berbagai serangga lain. Dalam dunia fotografi, formalin digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas. Formalin juga digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea, bahan pembuat produk parfum, pengawet produk kosmetika, pengeras kuku dan bahan untuk insulasi busa. Selain itu juga digunakan sebagai penyegah korosi untuk sumur minyak, dan dibidang industry kayu, digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood). Di industry perikanan, formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup disisik ikan dan pengawet ikan. Di dunia kedokteran formalin digunakan untuk pengawet mayat
- Dampak negative : ada
Polusi yang dihasilkan oleh asap knalpot dan pabrik mengandung formalin yang mau tidak mau kita hirup. Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Akibat yang dapat ditimbulkan berupa : luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia jika kandungan dalam tubuh tinggi, formalin akan bereaksi secara kimia dengan semua zat dalam sel. Dengan demikian, akan menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel sehingga merusak organ tubuh. Formalin merupakan zat yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Tanda dan gejala akut atau akibat jangka pendek yang dapat terjadi jika kita tercemar formalin adalah bersin,radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare, dan muntah. Jika kita tercemar formalin dalam konsentrasi yang sangat tinggi akan menyebabkan kematian. Jika formalin terhirup oleh kita akan mengakibatkan iritasi dihidung dan tenggorokan serta batuk-batuk. Kerusakan jaringan system pernafasan dapat mengganggu paru-paru berupa pneumonia (radang paru) atau adema paru (pembengkakan paru). Jika formalin terkena kulit, kulit dapat menimbulkan perubahan warna, kulit akan menjadi merah, mengeras, mati rasa, dan aka rada rasa terbakar. Jika formalin mengenai mata, dapat mengakibatkan iritasi mata, mata akan memerah, sakit, gatal-gatal, pengelihatan kabur dan mengeluarkan air mata. Jika formali berkonsentrasi tinggi maka akan menyebabkan air mata keluar banyak dan lensa mata akan rusak. Jika formalin tertelan oleh kita, mulut dan peru kita terasa terbakkar, merasa sakit jika menelan, mual, muntah dan diare, kemungkinan akan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hippotensi (tekanan darah rendah)kejang, tidak sadar hingga koma. Dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pancreas dan system susunan saraf pusat dan ginjal. Apabila formalin terhirup dalam jangka lama, maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka di ginjal dan iritasi di paru. Gangguan yang lain akan timbul yaitu meliputi gangguan tidur, cepat marah, gangguan emosi, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi, daya ingat berkurang dan gangguan perilaku lainnya. Dalam jangka panjang, dapat terjadi gangguan haid dan kemandulan bagi wanita . Kanker di hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru-paru dan otak jiga dapat terjadi karena formalin. Jika formalin mengenai kulit dalam jangka lama, kulit terasa panas, mati rasa, gatal-gatal, serta memerah, kerusakan jari tangan, pengerasan kulit dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung. Jika formalin mengenai mata dalam jangka waktu yang lama bahaya yang paling menonjol adalah terjadinya radang pada selaput mata. Jika formalin tertelan dalam jangka waktu lama akan terjadi iritasi pada saluran pernafasan, muntah-muntah dan kepala pusing, rasa terbakar ditenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal didada
- Pencegahan :
- Terhirup
Untuk mencegah agar tidak terhirup gunakan alat pelindung untuk pernafasan seperti : masker, kain atau alat pelindung lainnya yang dapat mencegah kemungkinan masuknya formalin kedalam hidung atau mulut, lengkapi alat ventilasi dengan penghisap udara.
- Terkena mata
Gunakan pelindung mata atau kacamata, penahan yang tahan terhadap percikan. Sediakan kran air untuk mencuci maka di tempak kerja yang berguna apabila terjadi keadaan darurat
- Terkena kulit
Gunakan pakaian pelindung bahan kimia yang cocok. Gunakan sarung tangan yang tahan bahan kimia
- Tertelan
Hindari makan, minum dan merokok selama bekerja, cuci tangan sebelum makan.
Tindakan pertolongan pertama:
- Bila terhirup
Jika aman memasuki daerah paparan, pindahkan penderita ke tempat yang aman. Bila perlu gunakan masker berkatup atau jenis peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan dan sgera hubungi dokter.
- Bila terkena mata
Bilas mata dengar air mengalir yang cukup banyak sambil mata dikedip. Kedipkan, pastikan tidak ada lagi sisa formalin di mata. Aliri mata dengan larutan garam dapur 0,9% ( seujung sendok garam dilarutkan kedalam segelas air) secara terus menerus sampai penderitaa dibawa ke rumahsakit.
- Bila terkena kulit
Lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkena formalin. Cuci kulit selama 15-20 menit dengan sabun atau deterjen lunak dan cair yang banyak dan pastikan sudah tidak ada formalin yang tersisa dikulit, pada bagian yang terbakar, lindungi lika dengan pakaian yang kering , steril, dan longgar.
- Bila tertelan
Bila diperlukan segera hubungi dokter dan dibawa ke rumahsakit.


