Kronologi Cinta
Namaku Fino dan sekarang umurku 16 tahun, 16 tahun hidup di dunia ini tentunyanya sudah cukup banyak menelan manis pahit kehidupan di dunia, salah satunya tentang “Cinta” , Ya cinta terkadang sangat mendominasi di kehidupan manusia, hampir di setiap kisah hidup seseorang pasti terselip sepotong kisah cintanya yang mungkin baginya sangat berkesan atau mungkin sangat membekas di hati. Dan kali ini akupun akan menceritakan kisah cintaku selama 16 tahun ini.
Cinta apa itu cinta? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cinta sebuah perasaan suka terhadap lawan jenis, dalam bahasa Inggris disebut “love” yang artinya cinta, dan aku tidak tahu pasti kapan aku kenal yang namanya cinta , tapi sepertinya bumi di abad dua puluh ini memang lebih lebih cepat berputar, sampai-sampai anak-anak di abad ini lebih cepat memasuki masa puber, memang sih belum ada ilmuan yang meneliti tentang pengaruh perputaran bumi terhadap kecepatan anak memasuki masa pubertas , tapi sepertinya itu sedikit masuk akal melihat banyak anak anak kecil yang masih ingusan sudah mengenal apa itu cinta termasuk dalam konteks ini adalah aku sendiri.
Pertama kali aku merasakan getaran cinta yang menggetarkan hatiku dan mengguncang dunia persilatan adalah saat aku masuk Sekolah Dasar, dimana saat itu seperti anak-anak yang lain, hari pertama masuk sekolah masih di antar orang tua sampai dalam kelas dengan pakaian lengkap topi dan dasi merah serta kancing baju yang semua terkancing rapi sampai yang paling atas yang mungkin secara perlahan bisa membunuhku karena susah sekali bernapas huaah ,but untungnya Allah masih memberikan kekuatan sehingga aku dapat bertahan dari cobaan kancing baju itu Alhamdulllah,Thanks God . Oke balik lagi ke benang merah, kenapa di antar orang tua? Kenapa tidak yang lain? Mungkin pertanyaan itu terlintas di pikiran kita jawaban untuk pertanyaan di atas adalah karena orang tua yang melahirkan kita, sejelek apapun kita dia akan menerima kita apa adanya dan selain itu juga karena kita kenal pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” yang artinya jika kita jelek pun tak jauh dari pohonnya dan pohonnya itu adalah orang tua kita. Lalu kenapa sampai dalam kelas? Ya, tujuannya tidak lain adalah untuk mencarikan tempat duduk yang paling strategis bahkan orang tua kita rela bersaing dengan orang tua yang lain hanya masalah tempat duduk hingga rela bangun pagi sekali. Terlepas dari itu kita dapat mengambil pesan moral yaitu sayangilah orangtua kita, kerena sejelek apapun kita, se-abstrak apapun kita,orang tua kitalah yang mau menerima apa adanya dan juga hargailah mereka karena mereka rela berjuang bersaing dengan orang tua yang lain dalam hal sekecil apapun seperti mencarikan tempat duduk karena orang tua kita menginginkan yang terbaik untuk kita dan yang paling penting jangan memaksakan mengancingkan kancing baju sampai paling atas demi keselamatan kita. Setelah tempat duduk dapat, akupun duduk manis bersama teman-teman yang lain yang saat itu belum satupun yang kutahu namanya, sesekali melihat ke arah pintu yang terlihat ibuku yang mengobrol dengan seorang ibu lain yang saat itu mungkin juga mengantar anaknya yang sekelas denganku, sesekali aku melihat ke setiap sudut ruang kelas yang saat itu kudapati ternyata teman-temanku tak jauh beda dengan penampilanku yang cupu alias culun punya dan tepat di sudut sebelah belakang kelas, pandanganku terhenti pada seorang perempuan yang saat itu belum ku tahu namanya, moment itu menjadi sangat dramatis, seakan-akan seperti di film pada umumnya saat seorang bertemu orang yang dapat menarik hatinya rambutnya menjadi seperti terkena angin dan orang-orang di sekitar menjadi “blur”. Kesan pertama saat itu adalah “berbeda”, sangat cantik dan sederhana. Mungkin kalau dulu boyband SM*SH sudah ada, latar lagunya SM*SH-I heart you
Kenapa Hatiku Cenat-Cenut tiap ada kamu
Selalu Peluhku menetes tiap dekat kamu
Setelah menunggu dengan cukup lama , wali kelas pun datang dan segera memulai membuka kelas ,
“selamat pagi anak-anak, nama saya Bu Sumiyati,saya akan menjadi wali kelas kalian selama setahun kedepan, sekarang kalian perkenalkan diri kalian urut dari yang duduknya paling depan, ya !”
“ya bu gulu !” jawab murid-murid kompak
Perkenalan pun dimulai, satu per satu siswa maju kedepan kelas dan mulai memperkenalkan diri, yang mungkin saat itu tak ada yang ingat nama-nama saat perkenalan karena cukup sulit membedakan antara kalimat perkenalan dengan kalimat poster karena ciri-cirinya hampir sama yaitu singkat,padat,jelas dan tidak menarik, perkenalan saat itu sekedar menyebutkan nama dan alamat yang itu pun terasa sangat lama untuk siswa sekolah dasar yang baru saja menyelesaikan studi membaca di taman kanak-kanak. Perkenalan pun dimulai
“Nama saya Irwan, rumah saya Jetis ”,
“Nama saya Nuri , rumah saya Bantul ”
…………………….
Dan tibalah giliran perempuan yang tadi kulihat maju ke depan, langkah demi langkah ia tempuh,liku-liku jalan ia lewati, halangan melintang tak jadi masalah dan beban pikiran dan aku duduk dengan cemas berdoa semoga dia selamat sampai tujuan dan mempekenalkan dirinya di depan kelas, akhirnya doaku pun terkabul, ia sampai di tujuan dengan selamat dan segera ia memperkenalkan diri.
“Nama saya Heni, rumah saya Jetis”
Heni Heni Heni. . saat itu aku berusaha menanamkan nama itu di memori otakku, ku pergunakan seluruh kemampuan otakku untuk merekam nama perempuan itu, yang ku ketahui saat itu namanya “Heni”. Aku tak tau apakah saat itu aku jatuh cinta dengan cewek yang namanya Heni itu, tetapi masalahnya aku sekarang adalah siswa kelas satu SD kalau itu jatuh cinta, pertanyaannya cinta apakah itu? Cinta monyet kah? Tentu bukan, karena mukaku tentu tak seperti monyet (bagus monyetnya) mungkin itu hanya sebatas suka tapi terlepas dari itu, itulah pertama kali aku merasakan ada getaran-getaran tektonik yang melanda hatiku.
Hari pertama sekolah pun terasa sangat menyenangkan dengan sepatu baru, seragam baru, tas baru, teman-teman baru dan suasana hati baru. Sesampainya di rumah , aku disambut dengan suasana kehebohan ayah dan ibu, wajar sih kalau heboh, aku kan baru saja masuk di Sekolah Dasar mungkin bagi orang tua itu menjadi sebuah peristiwa besar yang wajib di hebohkan.
“Gimana tadi di sekolah?”
“Gurunya enak?”
“Dapat nilai berapa?”
“Temannya banyak?”
“jajan enggak tadi?”
“Abang tukang somay-nya ganteng?”(Loh)
Semua pertanyaan aku jawab satu per satu, sudah seperti acara quis di televisi biasanya, tetapi ada satu pertanyaan yang membuat aku terkejut
“Kamu kenal tidak dengan Heni?”
Heni? Sepertinya nama itu tidak asing di kepalaku, siapakah Heni? Aku pun berfikir sejenak, mencoba mengingat kembali nama-nama saat perkenalan di kelas tadi. Setelah hampir 60 detik, akhirnya aku ingat dengan nama itu,
“Ya, Heni perempuan yang tadi itu.” Pikirku dalam hati
“Iya,buk, aku kenal,memang kenapa?” jawabku sangat penasaran
“Iya, Heni itu orang tuanya masih dekat sama kita” ibuku memberi penjelasan
Hah? ternyata orang tuaku dengan orang tuanya Heni cukup dekat, aku kaget mendengar kalimat itu.
Beberapa hari kemudian, ibuku merasa tidak enak badan dan berniat memeriksakan ke bidan, aku yang saat itu masih kecil ikut saja kemana orang tua pergi. Dan beberapa menit kemudian sesampailah di rumah seorang bidan yang rumahnya tidak jauh dari rumahku.
“Nah, ini rumahnya Bu Rus, orang tuanya temanmu”
“Temanku siapa Buk?” tanyaku penuh penasaran
“Itu lho temenmu, Heni.” Jawab ibuku dengan santai
“Hah ? Heni ? berarti ini rumahnya Heni,berarti rumahnya Heni ini, berarti di dalam rumah ini ada Heni, berarti Heni ada di dalam rumah ini, Oh My God,OMG, jemput aku sekarang Tuhan” pikirku dalam hati yang penuh dengan kepanikan sehingga sampai ngalor-ngidul .
“Oke tenang ,ambil nafas, keluarkan ” aku meyakinkan diriku sendiri bahwa semua akan baik baik saja, belum tentu Heni di dalam, mungkin Heni baru pergi, mungkin baru tidur,mungkin baru di hatiku (Loh). Langkah demi langkah menuju pintu rumahnya terasa sangat berat seperti ada magnet antara telapak kakiku dengan bumi yang aku pijak. Semakin dekat dengan pintu rumahnya, semakin cepat jantungku berdetak dan 65 detik kemudian sampailah di depan pintu rumahnya Heni
“Tok. .Tok. .Tok . .Assalamualaikum” ibuku mengetok pintu rumahnya
Jantungku semakin berdetak tak karuan, jika ibuku mengetok pintu dengan rhytme ketukan “tok. . tok. . tok”, rhytme ketukan jantungku hampir tak ada jedanya, mungkin ketukannya “toktoktoktoktoktoktoktok” hampir mau meledak.
“wa’alaikumsalam,ya sebentar” terdengar suara perempuan dari dalam rumah, mungkin itu ibunya Heni.
Beberapa detik kemudian, pintu dibuka dan Bu Rus mempersilahkan kami masuk, setelah ibuku di periksa, Bu Rus mempersilahkan kami duduk-duduk sebentar berbincang-bincang, di situ juga ada ayah dari Heni yang sesekali mengajak aku berbincang
“kenal kan dengan, Heni” tanya ayah Heni padaku
“kenal” jawabku singkat yang sebenarnya dalam hati sangat panik
“itu orangnya di dalam, mau di panggilkan?”
“ja. . .ja. . ja “ belum selesai aku berbicara, ayah Heni langsung memanggilkan Heni
“Heni, kesini.. Ini temanmu datang !”
“Oh My God, apa yang harus ku lakukan” pikirku dalam hati, aku hanya bisa terdiam lebih tepatnya pasrah. Tak lama kemudian Heni pun datang, aku hanya bisa menunduk malu.
“ini temanmu kan Hen, keluarga Fino ini masih dekat dengan keluarga kita”,jelas ayah Heni kepada Heni,
Tak lama kemudian, setelah ayah Heni menjelaskan kepada Heni, ia menyuruh Heni berjabat tangan denganku, tak lama kemudian Heni menghampiriku dan mengajak berjabat tangan, jantungku semakin cepat berdetak bercampur antara senang dengan panik. Setelah berjabat tangan denganku Heni segera masuk kembali ke dalam rumah. Dalam hati aku bersyukur semua tak semenakutkan yang ku pikirkan sebelumnya,paling tidak aku tidak salah tingkah di depan Heni. Terkadang kita memikirkan suatu hal yang kita pikir menakutkan dan sangat sulit untuk dapat kita hadapi, namun pada kenyataannya , tak seburuk yang kita bayangkan sebelumnya bahkan terkadang kita dapat melakukan hal itu dengan sangat baik . Hal terpenting adalah kita harus selalu percaya dengan kemampuan diri sendiri dan selalu berpikir positif.
Setelah pertemuan dengan Heni dirumah tersebut, jika di sekolah kami tidak pernah ngobrol, aku malu dan mungkin begitu juga dengan Heni tetapi selain malu aku memang orangnya sedikit bicara tetapi juga sedikit kerja (talk less, do less) jadi wajar kalau tidak berani mengajak ngomong Heni, apalagi Heni seorang perempuan yang aku sukai pula, nyaliku menciut kalau sudah di depan orang yang di suka, malah bisa salah tingkah,jadi lebih baik diam.
Hari demi hari terlewati perasaan suka itu semakin tebal menyelimuti hatiku, tetapi lisan ini tak bisa mengungkapkannya. Setahun dua tahun terlalui dengan sangat cepat, terlepas dari perasaan sukaku terhadap Heni, ternyata ada banyak yang suka denganku tetapi aku tak menaruh perasaan suka sedikitpun kepada mereka. Ada lebih dari dua orang yang suka denganku , aku juga sebenarnya bingung dengan mereka yang suka denganku, mungkin terkena rabun jelek sehingga kalau melihat orang yang jelek terlihat keren hingga mereka bisa suka aku, bahkan belakangan aku dengar ada yang sampai menulis sebuah surat yang isinya. .
Fino,aku suka kamu tetapi kenapa kamu malah suka sama Heni
Tetapi sayangnya dia tidak beruntung, bukan suratnya sampai kepadaku malah dibaca sama ibunya sendiri, mungkin kalau suratnya sampai ke aku akan aku balas
Maaf anda kurang beruntung, juga kurang cantik ![]()
Tak terasa sudah lima tahun berlalu dari saat pertama kali aku bertemu dengan Heni, tetapi aku belum dapat mengungkapkan perasaanku kepada Heni, yah bisa di bilang aku mencintai Heni secara diam-diam dan itu sangat menyiksaku. Satu hal yang dapat dilakukan oleh seseorang yang mencintai seseorang dengan diam-diam adalah menulis inisial namanya sendiri dengan orang yang disukai, dan itu juga yang ku lakukan, “F love H” di buku tulis mana saja hampir ada tulisan itu.
“loh ? apa ini Fin kok ada tulisan F love H ? H-nya Heni ya” kata ibuku menemukan tulisan itu di salahsatu buku tulisku
“anu. . anu. . buk, yang nulis temanku itu” jawabku panik
“kok banyak banget, di buku ini juga ada” kata ibuku lagi, menemukan di buku lain
“HAH? mmM. .anu buk,temenku itu jail banget” kataku penuh kepanikan
“kamu itu masih kecil, tidak boleh pacaran dulu, sekolah yang bener “
Yah, seperti itulah salahsatu resikonya, tetapi apapun resikonya, minumnya teh botol so*ro (Loh), maksudnya apapun resikonya ya itulah yang bisa aku lakukan , hati berkata cinta tetapi lisan menutup mata #maksudnya?# dan semua ini mengingatkanku pada lagu Bondan & fade2Black yang judulnya “Bunga”, menyentuh sekali atau lebih tepatnya melas sekali.
#NowPlaying :Bondan & fade2black -Bunga
Seakan Mataku tertutup
Ingin cinta ini dapat kau sambut
Harapkan prasaan ini kau tahu sungguh ku ingin kau jadi milikku
Aku jatuh cinta dengan Heni, seakan tak ada perempuan lain selain Heni di dunia ini, mata dan hatiku telah dibutakan oleh paras cantiknya , tetapi sekali lagi aku hanya bisa mencintai Heni secara diam-diam, akupun belum tahu apakah Heni memiliki perasaan yang sama denganku tetapi problema untukku kali ini adalah Heni menjadi Bunga kelas di kelasku, banyak teman-temanku yang juga suka dengan Heni ,dan salah satunya adalah Fito walaupun orangnya tidak terlalu bagus tetapi yang membedakan Fito dengan aku adalah Fito orangnya blakblakan atau terbuka, setiap suka dengan orang selalu dia katakan tanpa malu. Benar saja, baru sebentar dia suka dengan Heni, dia langsung dekat dengan Heni. Aku hanya bisa diam dan memilih untuk mencoba mengikhlaskan Heni dengan Fito, aku pun selalu berkata pada diriku sendiri “Biarkan cinta yang memilih” yang lebih tepatnya “Galau” harus merelakan atau terus berjuang untuk mendapatkan Heni.
Akhirnya setahun berlalu, Fito dan Heni belum juga jadian tetapi mereka berdua tetap dekat, tetapi aku, aku masih tetap seperti dulu, hanya menyimpan perasaan cinta untuk Heni dan tak berani untuk mendekati Heni, entah kenapa aku tidak tetapi karena sudah kelas 6 SD aku mulai membagi perasaan cintaku antara Heni dengan soal-soal latihan Ujian Nasional, tetapi seiring berjalannya waktu ternyata perasaan cintaku lebih banyak untuk soal-soal Ujian nasional dan mulai lupa dengan Heni. Dan akhirnya aku sukses menghadapi Ujian Nasional begitu juga dengan Heni dan secara tidak sengaja aku dengan Heni kembali satu sekolah di salah satu sekolah menengah pertama yang paling favorit di kota tempat tinggalku.
Dan sekarang aku berpikir, tak ada salahnya dulu aku mengungkapkan perasaanku kepada Heni, mungkin ada kemungkinan Heni tidak membalas perasaanku itu, tetapi di sisi lain ada kemungkinan Heni membalas perasaanku kepada dia, memang pada kemungkinan pertama sangat menyedihkan tetapi apabila yang terjadi adalah kemungkinan kedua, maka betapa bahagianya aku. Memang sudah menjadi kebiasaan kebanyakan orang dalam menghadapi suatu pilihan selalu memikirkan kemungkinan terburuk padahal jika kita dapat memikirkan kemungkinan yang terbaik maka itu akan menjadi motivasi sendiri kepada kita, jadi katakan cintamu sekarang sebelum terlambat danselalu pikirkanlah kemungkinan yang baik dalam hidup.
santoz:
satu bahasa jutaan makna cerita
satu kata perkata diawal langkah pertama
ini saatnya kita tentukan langkah baru
bergerak maju berwarna dan berdebu
aku disini dan engkau disana… oi!!
bersama coba langkahi semua bendera… oi!!
redam amarah… mari bersuara
bicara bahasa kita dengan banyak cinta… uuu!
*courtesy of IstanaLagu.com
lezz:
yea… and it goes like this…
maju bergerak hadapi semuanya
membuka mata lebar “rude boy” haa… lupakan luka
karna untuk terus berada didalam garis
kau tau pasti… jadi orang harus optimis
please, tepislah egois, ku tak perlukan diss…
hanya langkah optimis… realistis?!
menggores tinta dengan sentuhan klasik
membakar jiwa… dengan teknik terbaik!! c’mon!!
reff:
woy… maju tak gentar, membela yang benar
tetap semangat!!
woy… pantang menyerah, terus melangkah
tetap semangat!!
titz:
eiyo kawan, lihat kedepan
tunjukan jalan bagi kita agar bertahan
teruskan… teruskan… errr… teruskan lagi
hingga semua bermakna murni dan abadi
bergeraklah ragaku dan lakukan sesuatu! ooi!
dunia ini begitu ramai dan tak tepat bila kau layu
brraah… braah… brahasilah
rrreeezzpect reerre… rrzzpect pantang menyerah
back to reff:
Bond:
Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)
*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY
Santoz:
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan
Lezz:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada
titz:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
Bond:
Sempat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir
back to *reff
F2B:
satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!
Bond:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita
F2B:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea
Bond:
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)
F2B:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)
satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..
back to *reff 3x
I’m waking up from my summer dreams again
Try to thinking if you’re alright
Then I’m shattered by the shadows of you’re eyes
Knowing you’re still here by my side
I can see you if you’re not with me
I can see you if you’re not with me
I can say to my self if you’re okey
I can fill you if you’re not with me
I can reach you my self, you show me the way
Life was never be so easy as it seems
‘till you come and bring you’re love inside
Not matter space and distrace make it look so far
Still I know you’re still hir be my side
Yeah…, You’re made me so alive
You give the best for me
Love and fantasy
Yeah
And I never feel so lonely
Coz you’re always here with me… yeah…
Always here with me



